Sistem Perekonomian Indonesia

 

LATAR BELAKANG

 

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Sistem perekonomian di Indonesia terus mengalami perubahan, dari zaman orde lama sampai zaman reformasi, sampai pada masa sekarang Indonesia menganut sistem perekonomian Pancasila. Karena Indonesia menganut sistem perekonomian Pancasila, ini berarti pemerintah memiliki peran yang paling penting yang mengawasi jalannya perekonomian di Indonesia. Dan sistem perekonomian pancasila mengacu pada ideologi bangsa Indonesia, yaitu Ideologi Pancasila.

BAB I

  1. Arti Sistem

pengertian sistem adalah sebagai berikut :“Sistem adalah suatu himpunan suatu “benda” nyata atau abstrak (a set of thing) yang terdiri dari bagian–bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan (Unity) untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif”.

 

 Pengertian Sistem Menurut Indrajit (2001: 2) mengemukakan bahwa sistem mengandung arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.

Pengertian Sistem Menurut Jogianto (2005: 2) mengemukakan bahwa sistemadalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.

 

 Pengertian Sistem Menurut Murdick, R.G, (1991 : 27) Suatu sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau procedure-prosedure/bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.  .

 

 Pengertian Sistem Menurut Jerry FutzGerald, (1981 : 5) Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.

 

 Pengertian Sistem Menurut Davis, G.B, (1991 : 45 ) Sistem secara fisik adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran

 

 Definisi Sistem Menurut Dr. Ir. Harijono Djojodihardjo (1984: 78) “Suatu sistem adalah sekumpulan objek yang mencakup hubungan fungsional antara tiap-tiap objek dan hubungan antara ciri tiap objek, dan yang secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan secara fungsional.”

 

 Definisi Sistem Menurut Lani Sidharta (1995: 9), “Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama”

 

Dengan demikian sistem merupakan kumpulan dari beberapa bagaian yang memiliki keterkaitan dan saling bekerja sama serta membentuk suatu kesatuan untuk mencapai suatu tujuan dari sistem tersebut. maksud dari suatu sistem adalah untuk mencapai suatu tujuan dan sasaran dalam ruang lingkup yang sempit.

 

http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-sistem-menurut-para-ahli.html

 

 

  1. PERKEMBANGAN SISTEM PEREKONOMIAN PADA UMUMNYA

Subsistem, itulah sistem perekonomian yang terjadi pada awal peradaban manusia. Denga n karakteristik perekonomian subsistem, orang melakukan kegiatan ekonomi dalam hal ini produksi, hanya untuk memenuhi kebutuhan sendoro atau kelompoknya saja. Dengan kata lain pada saat itu orang belum terlalu berfikir untuk melakukan kegiatan ekonomi untuk pihak lain, apalagi demi keuntungan. Kalaupun orang tersebut harus berhubungan dengan orang lain untuk mendapatkan barang lain, sifatnya adalah barter untuk keoentingan masing-masing pihak.

Dengan semakin berkembangnya jumlah manusia beserta kebutuhannya, semakin dirasakan perlunya sistem perekonomian yang lebih teratur dan terencana. Sistem barter tidak lagi dapat dipertahankan mengingat hambatan-hambatan yang dihadapi, seperti :

  • Sulitnya mempertemukan dua atau lebih pihak yang memiliki keinginan yang sama.
  • Sulitnya menentukan nilai komodoti yang akan dipertukarkan.
  • Sulitnya melakukan transaksi dengan jumlah besar.

 

Dengan hambatan-hambatab yang terjadi tersebut,mulailah pada cendekiawan memikirkan sistem perekonomian lain yang lebih bermanfaat dan dapat digunakan oleh manusia. Hasil-hasil pemikiran para ahli itu adalah :

           

 

 

 

            SISTEM PEREKONOMIAN PASAR ( KAPITALIS/LIBERAL/BEBAS )

 

Sistem ekonomi liberal kapitalis adalah sitem ekonomi yang aset-aset produktif dan faktor-faktor produksinya sebagian besar dimiliki oleh sektor individu/swasta. Sementara tujuan utama kegiatan produksi adalah menjual untuk memperoleh laba.

Sistem perekonomian/tata ekonomi liberal kapitalis merupakan sistem perekonomian yang memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya.

Dalam perekonomian liberal kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar- besarnya dan bebas melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas.

http://elkace.wordpress.com/2008/12/05/sitem-ekonomi-liberal-kapitalis/

 

 

 

 

 

SISTEM PEREKONOMIAN PERENCANAAN (SOSIALIS/ETATISME/TERPUSAT/KOMANDO )

Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi di mana peran

pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Sistem ini mendasarkan diri pada pandangan Karl Marx (Suroso, 1997; 15-16). Masyarakat komunis yang dicita-citakan Marx merupakan masyarakat yang tidak ada kelas sosialnya. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi. Beberapa negara yang menggunakan sistem ekonomi ini adalah Rusia, Cina, dan Kuba.

 

 

SISTEM PEREKONOMIAN CAMPURAN

Sistem ekonomi campuran merupakan campuran dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, di mana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi. Dalam bentuk perekonomian campuran sumber-sumber ekonomi bangsa, termasuk factor-faktor produksi dimiliki oleh individu atau kelompok swasta, disamping sumber tertentu yang dikuasai pemerintah pusat, atau pemerintah daerah, atau pemerintah setempat. Karena itu dalam sistem ekonomi campuran dikenal paling tidak dua sektor ekonomi, yaitu sektor swasta dan sektor Negara (Cornelis Rintuh, 1995: 41). Sistem ini berkembang dan sekarang diberlakukan baik oleh Negara yang sebelumnya menganut sistem ekonomi pasar (Negara industri barat) maupun oleh Negara yangsebelumnya menganut sistem ekonomi perencanaan yang ketat/terpusat (Uni Soviet). Pemberlakuan sistem ekonomi pasar yang ketat ternyata menimbulkan depresi ekonomi pada tahun 1930-an. Sedang pemberlakuan sistem ekonomi perencanaan yang ketat juga tidak mampu menghilangkan kelas-kelas dalam masyarakat. Berdasarkan pengalaman tersebut banyak Negara menganut sistem ekonomi campuran ini. (Suroso, 32 1997: 17). Sistem ekonomi campuran melahirkan ekonomi pasar bebas, yang memungkinkan persaingan bebas tetapi bukan persaingan yang mematikan, campur tangan pemerintah dieprlukan untuk menstabilisasi kehidupan ekonomi, mencegah konsentrasi yang terlalu besar di pihak swasta, mengatasi gejolak-gejolak, dan membantu golongan ekonomi lemah.    

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Tejo%20Nurseto,%20M.Pd./BAB%20II_sistem%20ekonomi.pdf

 

 

 

  1. SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

 

PPerkembangan Sistem Ekonomi Sebelum Orde Baru

                        Sejak berdirinya negara Republik Indonesia, banyak tokoh negara pada saat itu telah merumuskan bentuk perekonomian yang tepat bagi bangsa indonesia, bai secara individu maupun melalui diskusi kelompok.

Demokrasi Ekonomi dipilih, karena memiliki ciri-ciri positif yang diantaranya adalah ( Suroso, 1993 ) :

  • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekleuargaan
  • Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara
  • Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat

 

PSistem Perekonomian Indonesia berdasarkan Demokrasi Ekonomi

 

 

PPerkembangan Sistem Ekonomi Setelah Orde Baru

Iklim kebangsaan setelah orde baru menunjukan suaru kondoso yang sangat mendukung untuk mulai dilaksanakannya sistem ekonomi yang sesungguhnya diinginkan rakyat indonesia. Setelah melalui masa-masa penuh tantangan pada periode 1945 sampai dengan 1965, semua tokoh negara yang duduk dalam pemerintahsn sebagai wakil rakyat sepakat untuk kembali menempatkan sistem ekonomi kita pada nilai-nilai yang telah tersirat dalan UUD 1945. Dengan demikian sistem demokrasi ekonomi dan sistem ekonomi Pancasila kembali satu-satunya acuan bagi pelaksana semua kegiatan ekonomi selanjutnya.

 

  1. PARA PELAKU EKONOMI

SEKTOR USAHA FORMAL SEBAGAI PELAKU EKONOMI

Berdasarkan UUD 1945 Pasal 33 dalam perekonomian Indonesia terdapat tiga sector usaha formal, yaitu badan usaha milik Negara (BUMN), swasta (BUMS), dan Koperasi.

1.      Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Badan usaha milik Negara adalah badan usaha yang didirikan dan dimiliki oleh pemerintah.

Kegiatan BUMN bertujuan:

a.       Untuk menambah keuangan/kas Negara.

b.      Membuka lapangan kerja.

c.       Melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

 

 

 

 

Alasan pemerintah mendirikan BUMN adalah:

a.       Untuk memenuhi kebutuhan nasional yang tidak dilakukan oleh sector swasta.

b.      Untuk mengendalikan bidang-bidang usaha strategis dan menguasai hajat hidup orang banyak.

 

a.       Peranan BUMN

Peranan BUMN dalam perekonomian:

1.      Mencegah agar cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup orang banyak tidak dikuasai oleh sekelompok masyarakat tertentu.

2.      Membuka lapangan kerja.

3.      Melakukan kegiatan produksi dan distribusi sumber-sumber alam yang menguasai hajat hidup orang banyak.

4.      Memberikan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

5.      Sumber penghasilan untuk mengisi kas Negara.

 

b.      Kebaikan dan kekurangan BUMN

1.      Kebaikan BUMN adalah:

a.       Permodalan yang pasti yang dialokasikan dari dana pemerintah.

b.      Mengutamakan pelayanan umum.

c.       Organisasi bumn disusun secara mantap.

d.      Memiliki kekuatan hokum yang kuat.

 

2.      Keburukan BUMN

a.       Pengambilan kebijakan sangat lambat karena dibawah komando atasan.

b.      BUMN banyak yang merugi.

c.       Organisasinya sangat kaku.

2. Badan Usaha Swasta (BUMS)

Badan usaha swasta adalah badan usaha yang didirikan, dimiliki, dimodali, dan dikelola atau beberapa orang swasta secara individu atau kelompok.

 

Kegiatan badan usaha swasta bertujuan:

a.       Mengembangkan modal dan memperluas usaha/perusahaan.

b.      Membuka kesempatan kerja.

c.       Mencari keuntungan maksimal.

 

Peranan badan usaha swasta dalam perekonomian antara lain:

a.       Membantu pemerintah dalam usaha memperbesar penerimaan Negara melalui pembayaran pajak dan lain-lain.

b.      Sebagai patner (mitra) pemerintah dalam mengusahakan sumberdaya alam dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

c.       Membuka kesempatan kerja.

d.      Membantu pemerintah dalam mengelola dan mengusahakan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi yang tidak ditangani oleh pemerintah.

e.       Membantu pemerintah dalam usaha meningkatkan devisa non migas melalui kegiatan pariwisata, ekspor-impor, jasa transportasi, dan lain-lain.

 

a.       Kebaikan BUMS

1.       Secara ekonomis : Menambah lapangan kerja.

                                    Mempermudah kegiatan ekspor impor.

                                                Meningkatkan pendapatan dan devisa Negara.

 

2.      Secara non ekonomis :    Merangsang system pendidikan dan latihan kerja.

        Meningkatnya standar keahian dan ahli teknologi.

      

b.  Keburukan BUMS

1.      Secar ekonomis

a.       Berkurangnya devisa negra karena keringanan bea masuk.

b.      Mengalirnya devisa Negara keluar negeri.

c.       Berkurangnya pendapatan Negara karena keringanan pajak.

 

2.      Secara nonekonomis

a.       Adanya kemungkinan penyalahgunaan potensi sumberdaya dan wewenang.

b.      Menimbulkan ketegangan karena persaingan yang tidak sehat.

 

3.      Koperasi

Sesuai dengan UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1 yang berbunyi “perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan”, maka bentuk badan usaha yang paling sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia adalah koperasi.

Dalam perekonomian Indonesia, peran koperasi sangat penting karena:

a.       Koperasi didasarkan atas asas kekeluargaan sehingga sangat sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.

b.      Koperasi sesuai dengan golongan ekonomi lemah yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia.

Meskipun demikian, dalam kenyataannya koperasi belum dapat berperan secara maksimal dalam system perekonomian kerakyatan. Hal tersebut disebabkan karena adanya banyak kendala yang dihadapi oleh koperasi, antara lain:

a.       Masih lemahnya modal koperasi.

b.      Tidak/kurangnya profesionalnya para pengurus dan pegawai koperasi.

c.       Kurang kompaknya kerjasama antara pengurus, pengawas, pegawai, dan anggota koperasi.

d.      Kurangnya mendasarkan diri pada prinsip-prinsip ekonomi dan bisnis dalam pengelolaan koperasi.

 

Untuk menanggulangi hal tersebut, maka pemerintah melakukan berbagai macam usaha di antaranya dengan mengeluarkan undang-undang koperasi yang bar, yaitu uu no. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian, menyatakan bahwa koperasi adalah badan usah dan sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat, sehingga koperasi harus kuat dan dapat memupuk modal sebagaimana badan usaha lainnya melalui usaha penyerahan modal, baik dari anggota maupun non anggota. Dengan modal yang kuat, koperasi dapat mengembangkan usahnya dalam melakukan kegiatan ekonomi, baik kegiatan produksinya, konsimsi, maupun distribusi. Selain itu koperasi harus ditangani secara professional dan terbuka.

 

D. SEKTOR USAHA INFORMAL SEBAGAI KENYATAAN EKONOMI

Selain ketiga pelaku ekonomi formal diatas (BUMN, BUMS, dan Kopersi) dalam kehidupan perekonomian di Indonesia, terdapat usah-usaha informal, yaitu bidang usaha dengan modal kecil, alat produksinya terbatas, dan tanpa bentuk badan hokum. Ciri-ciri usaha informal antara lain sebagai berikut.

1.      Aktivitasnya tidak terorganisir secara baik karena timbulnya tidak melalui perencanaan yang matang.

2.      Pada umumnya tidak memiliki izin resmi dari pemerintah.

3.      Pola kegiatannya tidak teratur atau tidak tetap. Baik tempat maupun waktu/jam kerja.

4.      Modal dan peralatan serta perputaran usahanya relative kecil.

 

Sektor usaha informal antara lain sebagai berikut.

1.      Pedagang kaki lima, yaitu pedagang yang menjajakan dagangannya di tempat-tempat strategis, seperti pinggir jalan, diperempatan jalan, di bawah pohon yang rindang, dan lain-lain. Barang yang dijual biasanya makanan, minuman, pakaian, dan barang-barang kebutuhan sehari-hari lainnya. Tempat penjualan pedagang kaki lima relative permanen, yaitu berupa kios-kios kecil atau gerobak dorong atau yang lainnya.

Ciri-ciri/sifat pedagang kaki lima:

a.       Pada umumnya tingkat pendidikannya rendah.

b.      Memiliki sifat spesialis dalam kelompok barang/jasa yang diperdagangkan.

c.       Barang yang diperdagangkan berasal dari produsen kecil atau hasil produksi sendiri.

d.      Pada umumnya modal usahanya kecil, pendapatannya rendah, dan kurang mampu memupuk dan mengembangkan modal.

e.       Hubungan pedagang kaki lima dengan pembeli bersifat komersial.

Adapun peranan pedagang kaki lima dalm perekonomian antara lain:

a.       Dapat menyebarluaskan hasil produksi tertentu.

b.      Mempercepat proses kegiatan produksi karena barang yang dijual cepat laku.

c.       Membantu masyarakat ekonomi lemah dalam pemenuhan kebutuhan dengan harga yang relative murah.

d.      Mengurangi pengangguran.

Kelemahan pedagang kaki lima

a.       Menimbulkan keruetan atau kesemrautan lalu lintas.

b.      Mengurangi keindahan dan kebersihan kota/wilayah.

c.       Mendorong meningkatnya urbanisasi.

d.      Mengurangi hasil penjualan pedagang toko.

2.      Pedagang keliling, yaitu pedagang yang menjual barang dagangannya secara keliling, keluar masuk kampong dengan jalan kaki/naik sepeda/sepeda motor. Barang yang dijual kebanyakan barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti minyak goring, sabun, perabot rumah tangga, buku dan alat tulis, dan lain-lain.

Adapun peranan pedagang keliling antara lain:

a.       Menyebarkan barang dan jasa hasil produksi tertentu.

b.      Mendekatkan hasil produksi barang tertentu kepada masyarakat.

c.       Membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.

3.      Pedagang asongan, yaitu pedagang yang menjual barang dagangan berupa barang-barang yang ringan dan mudah dibawa seperti airmineral, Koran, rokok, permen, tissue, dan lain-lain. Tempat penjualan pedagang asongan adalah di terminal, stasiun, bus, kereta api, di lampu lalu lintas, dan di tempat-tempat strategis lainnya.

4.      Pedagang musiman, yaitu pedagang yang menjual barang dagangannya secara musiman. Barang yang dijual sesuai dengan musimnya, seperti buah-buahan, kartu lebaran, dan kartu natal. Tempat penjualan di tempat-tempat strategis atau di tempat-tempat tertentu, seperti objek wisata, panggung hiburan, dan lain-lain.

KESIMPULAN

 Sistem perekonomian di dunia bermacam-macam salah satunya, yaitu sistem perekonomian kapitalis, sistem perekonomian sosisalis dan sistem perekonomian campuran. Di Indonesia sendiri menganut sistem perekonomian pancasila yang berdasarkan pada ideologi bangsa indonesia dan mengacu pada UUD 1945.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s